PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
NeuropsikologiGangguan Komunikasi

afasia

aphasia

Ringkasan Singkat

Gangguan bahasa akibat kerusakan otak yang mengganggu kemampuan memproduksi atau memahami kata-kata.

Afasia adalah gangguan bahasa yang didapat akibat kerusakan otak, biasanya pada belahan otak kiri. Penyebab umumnya meliputi stroke, tumor otak, dan penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Secara tradisional, afasia dibedakan menjadi bentuk ekspresif (sulit berbicara/menulis) dan reseptif (sulit memahami bahasa).

Klasifikasi modern membaginya menjadi afasia lancar (output verbal banyak tapi tidak bermakna, seperti afasia Wernicke) dan afasia tidak lancar (bicara terbata-bata dan penuh usaha, seperti afasia Broca). Terdapat delapan jenis klasik afasia, termasuk afasia anomik, global, dan konduksi. Kondisi ini sangat berdampak pada fungsi sosial individu meskipun kecerdasan non-verbal mereka mungkin tetap utuh.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Goodglass, H., & Kaplan, E. (1983). The Assessment of Aphasia and Related Disorders.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback